Tips Jalani Puasa ala Mahasiswa Rantau

Memasuki bulan puasa, siklus dalam menjalani rutinitas juga ikut berbeda. Perbedaan itu pun pasti dirasakan para mahasiswa yang harus masuk kuliah dan mengerjakan tugas-tugas. Apalagi, bila kamu merupakan mahasiswa perantauan yang jauh dari keluarga.

Seperti Sigit Akbar, misalnya. Mahasiswa asal Lampung yang berkuliah di salah satu kampus di Jakarta itu memiliki sejumlah trik khusus untuk menyiasati waktu agar tetap semangat menjalani perkuliahan.

“Istirahat cukup dan bangun pagi merupakan kunci bagi saya agar kuliah selalu prima dan tidak mengantuk di kelas,” ungkap Sigit kepada Okezone, baru-baru ini.

Mengantuk, kata Sigit, adalah saat tubuh kekurangan oksigen dan kekurangan istirahat. Oleh sebab itu, mahasiswa harus pandai menyiasati waktu untuk istirahat secara cukup.

“Maka dari itu, lakukan dua poin penting tersebut. Saya sering bangun terlambat jika istirahat tidak cukup di malam hari, sehingga saat menjalani aktivitas menjadi tidak produktif dan tidak fokus,” papar mahasiswa semester akhir tersebut.

Sebagai mahasiswa rantauan yang jauh dari keluarga, Sigit mengaku sudah biasa sebab dirinya telah merantau sejak lulus Sekolah Dasar (SD). “Saya sudah merantau sejak lulus SD. Bagi saya, jauh dari kampung halaman bukan hal baru. Alhamdulillah saya tidak pernah sendiri,” imbuhnya.

Ketika masuk waktu sahur, sebagai anak kos yang terkenal dengan asas hemat demi kehidupan di hari berikutnya, Sigit lebih memilih membeli makanan jadi.

“Saya lebih suka membeli makanan saat sahur. Banyak warung makan yang sehat dan terjangkau. Kalau memasak, kan harus membeli bumbu dapur, peralatan masak sehingga ribet bagi anak kos-kos-an,” tutupnya.

About admin