Solidaritas untuk Rohingya, Umat Islam di Indonesia Diminta Baca Qunut Nazilah

Krisis kemanusiaan yang terjadi di negara bagian Rakhine terhadap etnis Rohingya oleh junta militer Myanmar semakin memilukan. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengajak masyarakat Indonesia serentak memanjatkan doa serta membaca doa qunut nazilah saat shalat.

Wakil Ketua MPU Aceh, Faisal Ali meminta masyarakat Muslim baik secara perseorangan maupun ormas untuk membaca qunut nazilah. Kemudian menggelar aksi-aksi kemanusiaan. Tindakan ini, disamping meminta pertolongan kepada Allah SWT, juga sebagai bentuk kecaman kepada militer Myanmar.

“Qunud nazilah merupakan doa untuk meminta perlindungan, disaat waktu salat meminta perlindungan kepada Allah. Agar saudara kita Rohingya dijauhkan dari kejahatan-kejahatan. Karena itu (pembantaian Rohingya) kita anggap sebagai bencana, bala. Memohon perlindungan kepada Allah agar jangan lagi terulang (bencana serupa),” kata Faisal Ali

Dari berbagai literatur dijelaskan, qunut nazilah sudah mulai diterapkan di masa Rasulullah SAW. Qunut nazilah ini dapat dibaca dalam salat lima waktu, pada rakaat terakhir sebelum hendak sujud. Meski begitu Rasulullah sering membaca qunut nazilah saat shalat subuh.

Menurut Faisal Ali, meski masyarakat diminta selalu mendoakan perlindungan terhadap warga Rohingya, namun tindakan dari pemerintah dinilai cukup perlu. Pasalnya jika pemerintah tidak mengambil sikap, maka akan menghilangkan kepercayaan di mata masyarakat.

“Makanya yang paling logis menurut saya adalah mengusir terlebih dulu Dubes Myanmar di Indonesia. Itu akan membuat masyarakat lebih percaya kepada pemerintah. Lalu setelah emosi masyarakat mulai mereda, nanti boleh ditempatkan kembali Dubes Myanmar di sini. Karena masyarakat kita jika melihat kekerasan yang dialami oleh saudara di Rakhine, akan terbangun emosinya,” papar pria yang akrab di sapa Lem Faisal itu.

Beberapa hari lalu, Presiden Joko Widodo telah mengambil sikap menentang aksi yang dialami oleh etnis Rohingya di Myanmar. Presiden juga telah menugaskan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi untuk berjumpa dengan penasehat negara Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk mengkondusifkan konflik di sana.

About admin