Pernah Alami Deja Vu? Ini yang Terjadi pada Otakmu

Deja vu yang berarti ‘sudah terlihat’ dalam bahasa Perancis. Ini adalah sensasi di mana kita pernah mengalami peristiwa yang baru terjadi sebelumnya.

Deja vu berkaitan dengan ingatan manusia. Menurut profesor psikologi dari Universitas Northwestern, Paul Reber semua teori ingatan mengakui bahwa mengingat membutuhkan dua proses kerja sama yaitu keakraban dan ingatan.

Keakraban terjadi dengan cepat, sebelum otak bisa mengingat kembali sumber perasaan. Perhatian bergantung pada bagian otak hippocampus dan korteks prefrontal, sedangkan keakraban bergantung pada daerah korteks temporal medial.

“Ketika proses kerja sama ini tidak sinkron, kita dapat mengalami deja vu, perasaan yang intens dan sering membingungkan bahwa situasi sudah familiar meski belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Reber dikutip dari¬†Scientific American, Minggu (10/9/2017).

Perasaan ini bisa terjadi bila situasi baru sangat mirip dengan kejadian lain yang tersimpan dalam ingatan kita. Deja vu adalah versi yang lebih kuat dari jenis kesalahan memori ini.

Ditambahkan oleh profesor psikologi dari Universitas Colorado, Anne Cleary, deja vu terjadi mungkin dikarenakan ingatan tidak cukup berfungsi dengan baik.

“Dengan tidak mengingat pengalaman spesifik, Anda memiliki perasaan akrab dengan situasi saat ini,” ujarnya dikutip dari¬†Grunge.

Sebuah penelitian neuropsikolog kognitif dari Universitas Leeds di Inggris pada tahun 2005 menunjukkan bahwa orang yang mengalami deja vu mengalami kerusakan pada daerah frontal dan temporal. Kondisi ini kemungkinan terjadi karena kesalahan pemrosesan di daerah yang sama.

About admin