Dua Pelajar Ini Ciptakan Tinta Spidol dari Daun Jambu Biji

Daun jambu biji rupanya banyak manfaatnya. Di tangan dua pelajar ini, daun jambu biji diubah jadi tinta spidol. Penemuan ini sangat berguna.

Adalah Yulistya Rahma Fitri (13) dan Indriyani (13), nama kedua pelajar yang menemukan inovasi itu. Mereka tercatat sebagai siswi kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Ulama (NU) Trate, Gresik.

“Ide ini berawal dari seringnya kami mendengar keluhan guru yang mencium bau kimia pada spidol saat menulis di whiteboard ketika mengajar,” ujar Yulistya kepada wartawan.

Dari situ, Yulistya dan Indriyani mencari literatur untuk mencari tahu bahan apa yang aman yang bisa digunakan untuk membuat tinta spidol. Ketemulah mereka dengan daun jambu biji.

Alasan memilih daun jambu biji adalah karena memiliki banyak kandungan senyawa antosianim dan tanin yang cukup banyak yang bisa mengental dan berfungsi sebagai tinta nantinya. Atas bimbingan dan arahan Muhammad Faiq Rofiqi, guru pembimbing laboratorium, mereka mulai bereksperimen.

Selain daun jambu biji, bahan lain yang diperlukan adalah paku berkarat, cuka dan tepung maizena. Pertama-tama yang dilakukan adalah mencuci daun hingga bersih. Selanjutnya adalah merebus daun ke dalam air selama 25 menit hingga air berubah menjadi kecoklatan pekat.

Air hasil rebusan kemudian dicampur dengan cuka, tepung maizena, dan aku yang berkarat. Paku berkarat diperlukan untuk mendapatkan warna hitam pekat seperti warna pada spidol. Karat pada paku akan lumer berkat bantuan cuka.

“Dalam Paku berkarat terdapat senyawa carboxymethyl cellulose (CMC) yang mengubah warna coklat menjadi hitam pekat,” kata Yulistya.

Setelah campuran diaduk merata, hasilnya dibiarkan hingga satu jam. Setelah satu jam berlalu, tinta ala daun jambu biji siap digunakan.

“Kami sudah mengujinya. Hasilnya, warna kuat dan tinta tak gampang pudar. Bisa digunakan di whiteboard, kertas, maupun kayu/triplek,” lanjut Yulistya.

Yulistya melanjutkan, dibanding spidol yang beredar di pasaran, hasil karyanya tidak berbau, tidak seperti spidol pasaran yang baunya menyengat. Tetapi dibanding spidol pasaran. spidol alami ini memang kurang tahan lama.

“Bisa sih lebih tahan lama kalau dicampurkan pelarut sylene. Tapi kalau pakai itu, baunya nanti akan menyengat dan berbahaya, malah tidak alami dan tidak ramah lingkungan,” tandas Yulistya.

About admin