Beberkan Tips Suksesnya di Depan CEO Wanita Dunia, Sri Mulyani: Keluarga Jadi Teladan Saya!

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada empat hal penting yang harus dilakukan seorang perempuan untuk menjadi wanita karir yang sukses.

Hal ini ia sampaikan pada acara Indonesia Women’s CEO Summit di Hotel Ritz Carlton, Washington DC, Amerika Serikat. Tips ini ia sampaikan di depan para CEO wanita yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut dirinya berbagi pengalaman tentang hal yang sering ditanyakan oleh publik kepadanya. Pasalnya Sri Mulyani dianggap sukses sebagai seorang menteri dan sekaligus istri serta ibu rumah tangga.

“Menurut saya, ada empat hal penting untuk menjadi seorang wanita karier yang sukses,” ungkap Sri Mulyani seperti yang dikutip melalui akun Instagramnya.

Menurutnya, hal yang pertama adalah harus mempunyai seseorang yang menjadi panutan dalam menjalankan kehidupan. Dirinya sendiri menjadikan orang tuanya sebagai panutan yang membuatnya terinspirasi menjalankan kesehariannya.

Hal penting selanjutnya yakni mendapatkan dukungan dari orang terkasih hingga mencintai pekerjaan yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Serta hal yang terakhir adalah memberikan dukungan kepada sesama wanita agar maju bersama.

Adapun ke-empat hal yang dipaparkan oleh Sri Mulyani, yaitu:

Pertama adalah adanya role model atau teladan dari keluarga. Di keluarga, ayah dan ibu saya adalah pendidik yang mengabdi di kampus sebagai dosen. Ibu saya, menjadi inspirasi dan teladan bagi saya karena walaupun harus mengasuh dan membesarkan anaknya yang berjumlah sepuluh orang, dia berhasil memperoleh gelar doktor.

Yang kedua adalah diperlukan adanya dukungan keluarga yang memotivasi kita. Selain orang tua kita yang selalu mendukung untuk selalu mencapai yang terbaik, juga dukungan suami dan anak-anak sangat penting. Tidak ada hal yang tidak mungkin bila semuanya mendukung. Keluarga adalah mitra utama kita,” ujarnya.

Yang ketiga adalah selalu memberikan yang terbaik dalam bekerja. Menghabiskan sebagian besar waktu kita 8-10 jam di tempat bekerja pasti akan memberikan rasa bersalah bagi seorang wanita yang juga seorang ibu dan istri. Rasa bersalah tersebut harus dikompensasi dengan melakukan semua pekerjaan dengan baik sehingga tidak ada rasa penyesalan.

Yang terakhir, sebagai wanita yang bekerja, kita harus saling memberikan semangat dan motivasi kepada sesama wanita pekerja. Karena perjalanan karier seorang wanita tidak mudah, maka diperlukan pemberdayaan dan penguatan agar dapat saling mendukung.

“Selain itu semua, ketika kita di rumah, jangan lupa untuk melepaskan atribut di tempat bekerja dan berlaku sebagaimana seorang wanita yang menjadi istri bagi suami dan ibu bagi anak-anak kita,” tukasnya.

About admin