Peringati Hari Pangan Sedunia, RI Mau Ekspor Beras ke Malaysia

Kementerian Pertanian (Kementan) hari ini ikut memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37. Peringatan itu dilakukan dengan menggelar acara yang bertema Menggerakkan Generasi Muda Membangun Pertanian di Wilayah Perbatasan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan sekaligus ketua panitia, Agung Hendriadi, mengatakan acara yang digelar di Markas Kodam XII/ Tanjungpura, Kalimantan Barat, itu bertujuan untuk menunjukkan seberapa jauh pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

“Di HPS ini kita ingin menunjukkan beberapa jauh pembangunan pertanian dilaksanakan. Seberapa berhasil, masalah apa yg kuta hadapi, dan bagaimana mencari solusinya,” kata Agung di lokasi acara, Kamis (19/10/2017).

Agung menjelaskan, acara ini juga ditujukan untuk mendorong generasi muda mau ikut berkontribusi di sektor pertanian. Selain itu, acara ini juga untuk menanggapi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun pertanian di perbatasan.

“Masalahnya adalah sekarang jarang generasi muda yang terjun ke sektor pertanian, itu berkurang. Lalu arahan presiden, kita harus membangun di perbatasan. Jadi antara pemuda dan perbatasan kita satukan. Jadi kita bangun perbatasan yang dipelopori oleh pemuda,” jelasnya.

Pertanian di sektor perbatasan antara lain, ialah untuk melakukan ekspor komoditas beras dari wilayah perbatasan ke negara tetangga, seperti Malaysia.

“Jadi ekspor itu, nanti baru launching. Tapi kalau benar-benar ekspornya itu dimulai 2018. Mereka baru kontrak sama kita tahun 2018. Kalau yang mau launching ini 25 ton dulu. Ini untuk satu promosi dan pengenalan produk kita,” kata dia.

Lebih lanjut Agung menambahkan, pada 2018 nanti, Indonesia akan mengekspor beras ke Malaysia sebanyak 120 ribu ton.

“Kalau mereka menyediakan kuota 20% dari impor mereka. Impor mereka 700 ribu ton, nah 20%nya 120 ribu ton. Nilainya itu Rp 7.800/kg, untuk beras medium. Mereka sudah ke sini menilai produk kita di atas Vietnam,” pungkas Agung.

About admin